Sudah hampir sebulan saya tidak posting atau membuka blog ini. Kesibukan kerja dan urusan domestik alias keluarga telah menyita banyak waktu, terutama menyambut kedatangan tamu istimewa keluarga kami.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu sampai juga, Selasa dini hari tanggal 26 Mei 2009 pukul 04.30 di RS Budi Kemuliaan, telah lahir anak ketiga kami dengan selamat dan sehat melalui operasi caesar,BB 3 Kg dan PB 47 Cm, seorang anak perempuan cantik yang kami beri nama THERESIA BANYU BENING AYUNINGTYAS.
Kedatangan tamu istimewa itu sungguh suatu limpahan rahmat, karunia, dan kebahagian yang tak terhingga bagi keluarga kami. Tak henti hentinya ucapan syukur kami panjatkan atas pemberian terindahNya dan titipan termahalNya untuk kami sekeluarga. Semoga kebahagiaan ini juga dilimpahkan kepada semua orang, terutama kepada sanak saudara, rekan sekerja dan staff PT.Batamfast, tetangga2 kami di Blok T Tiban Indah Permai, dan semuanya yang telah memberikan doa, atensi, dan dukungan kepada saya dan keluarga. Sekali lagi terima kasih.
Selengkapnya...
Senin, Juni 01, 2009
TAMU ISTIMEWA
Selasa, Mei 05, 2009
KEPASTIAN HIDUP
Selasa, April 14, 2009
MENGHARGAI
Seorang lelaki separuh baya yang berdiri tepat disamping monyet itu, tidak berani beranjak dari posisinya. Ia takut gerakan tubuhnya akan memancing perhatian monyet itu, sehingga menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan.
Setelah mengambil uang dari dalam amplop, lantas petugas apotek itu menyerahkan bungkusan obat kepada monyet yang menunggu didepannya. Lalu monyet itupan keluar dari ruangan apotek diiringi tatapan mata sejumlah orang yang masih ada diruangan tersebut.
Lelaki separuh baya itupun mengikuti kemana monyet itu pergi. Rupanya monyet itu berjalan meninggalkan apotek menuju seberang jalan. Tepatnya sebuah halte bus, dan bisa dipastikan kedatangannya membubarkan kerumunan orang yang berdiri di halte itu.
Tak lama kemudian bus singgah di halte, tetapi monyet itu tidak beranjak naik. Kepalanya celingak-celinguk seperti ada yang dicarinya, dan sesekali tangannya menggaruk-garuk badannya. Beberapa saat kemudian bus berikutnya nampak dari kejauhan, perlahan hendak merapat ke halte. Monyet itu memandangi dengan seksama bus yang datang tersebut.
" Oh..., rupanya dia hendak mengingat jurusan bus yang akan dinaikinya", gumam lelaki itu dalam hatinya.
Sejurus itu monyet masuk kedalam bus, berdiri dekat pintu masuk bagian depan. Lelaki yang sedari tadi mengikuti dengan diam-diam ikut naik juga. Kemudian beberapa ratus meter berjalan, pada halte berikutnya, monyet itupun turun.
Turun dari bus monyet itu masih harus menyeberangi jalan, lalu masuk lagi ke sebuah komplek perumahan. Setelah itu sampai di sebuah persimpangan gang, monyet itu masuk ke sebuah rumah bercat biru di pojok gang. Lelaki itu demi menuruti rasa keingintahuannya masih mengikuti langkah monyet hingga di depan rumah.
Nampak monyet itu berusaha membuka pintu tetapi tidak bisa, kemudian berjalan kearah samping rumah dan melompat masuk ke rumah melalui sebuah jendela yang memang sudah terbuka. Sepertinya sebuah jendela kamar. Tiba-tiba terdengan bunyi seperti benda yang terjatuh dan pecah " prang...". Beberapa saat kemudian terdengar suara monyet itu menjerit-jerit, suara kepanikan dan meronta.
"Brak !.....", pintu terbuka dan seorang pria kekar keluar dari rumah sambil menyeret monyet itu dalam ikatan tali. Kemudian mengikat kembali monyet itu pada batang pohon jambu yang berdiri didepan rumah itu. Pria kekar itu lalu memukuli monyet dengan tangkai sapu yang tergeletak tak jauh dari pohon.
" Berhenti !........berhenti !.......", sergah lelaki yang sejak tadi mengawasi dari balik pagar.
" Kenapa kamu pukuli monyet itu ?, apa salahnya ?, bukankah dia monyet yang pintar. Aku dari tadi mengikutinya, aku tahu dia telah membantumu membelikan obat di apotek. Menurutku itu luar biasa. Kalau kamu sudah tidak mau memeliharanya lagi, biar saya ambil atau saya belipun tidak masalah. Karena dengan monyet sepintar itu dia bisa membantuku banyak hal, bahkan bisa mendatangkan duit", sambungnya lagi.
" Kamu mau tahu kesalahannya ?", tanya pria kekar itu.
" Monyet sial ini selalu saja mengulangi kesalahan yang sama. Setiap kali keluar rumah selalu saya pesan untuk membawa kunci pintu. Tetapi dia selalu saja lupa membawa kunci. Dan kamu tahu apa akibatnya ?, gelas dan asbak di atas meja pecah tersenggol saat dia melompati jendela", ujar pria itu sambil ngeloyor masuk rumah dengan perasaan tanpa bersalah.
Moral cerita yang bisa kita petik adalah : kita sering tidak mempunyai rasa terima kasih kepada orang yang telah membantu/mendukung kita. Kita ( apalagi sebagai pemimpin ) seringkali tidak bisa melihat pekerjaan/perbuatan besar dan hebat yang dilakukan orang lain ( anak buah kita ) kepada kita. Kita seperti dibutakan.
Selalu yang terlihat didepan mata kita adalah kekurangannya dan kesalahannya. Karena bagi kita pekerjaan/perbuatan yang besar dan hebat yang dilakukan orang lain (anak buah kita) adalah pekerjaan/perbuatan yang dapat memenuhi semua keinginan kita. Termasuk kepuasan nafsu kita.
Kita telah kehilangan penghargaan dan penghormatan atas pekerjaan, hasil karya, daya upaya, dan jerih payah orang-orang disekitar kita yang telah banyak membantu dan mendukung kita.
Selengkapnya...
Rabu, April 08, 2009
TIDAK TAHU DIRI

Beberapa minggu yang lalu tetangga saya memulangkan pembantu rumah tangganya yang sudah lama bekerja. Pembantunya mencuri ?, tidak. Tidak becus kerja atau malas ?, juga tidak. Lalu kenapa ?, dia cerita kalau pembantunya membeli baju yang sama merek dan motifnya dengan baju istrinya.Dan harga baju itu sama dengan upahnya satu bulan. Apakah itu salah ?,tidak. Menurutnya pembantu itu tidak melakukan kesalahan apapun, kecuali membuat istrinya tidak senang. Itu saja.
Di tempat lain, seorang kenalan yang bekerja di suatu instansi pemerintah sedang galau hatinya. Dia lulusan salah satu universitas negeri terbaik, anaknya cerdas dan rajin. Ketika diterima bekerja, dia langsung dipromosikan sebagai staf ahli kepala bidang. Tetapi sekarang posisinya merosot alias tergeser, karena dimutasikan oleh atasannya. Kesalahannya serius, terlalu pintar dan pro aktif.
Ketika dia bisa menyampaikan gagasan-gagasan yang brilian dan menjadi populer, atasannya menganggap tindakan tersebut sebagai mempermalukan dirinya. Alih-alih dapat pujian, justru malah dimutasikan.
Ada lagi cerita dari kawan, yang sejak nikah sampai punya anak selalu hidup dalam "perlindungan" mertua. Nikah digratiskan, tempat tinggal masih numpang, dan hidup sehari-hari tidak lepas dari bantuan mertua.Tetapi sebagai imbalannya, harus menjadi menantu yang ikut dan nurut apa kata mertua. Maka saat dia hendak mengambil kredit mobil, tanpa sepengetahuan mertua tentunya, mereka marah. Akhirnya terjadi keributan besar.
Banyak orang-termasuk kita-sering berlaku tidak bijaksana ketika berhubungan/bersinggungan/berinteraksi dengan orang-orang disekitar kita. Mungkin tidak tahu, atau bisa juga tidak mau tahu. Dalam banyak kesempatan kita sering tidak bisa menempatkan diri/membawakan diri/atau memposisikan diri kita saat berhadapan atau hidup bersama dengan orang lain. Dan yang lebih sering kita kenal : TIDAK TAHU DIRI
Dalam pergaulan budaya Jawa dikenal : empan papan. Suatu kondisi dimana seseorang harus mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum bersikap dan bertindak. Supaya cara kita bersikap dan bertindak tidak menyinggung perasaan/merendahkan harga diri/menyulut kedengkian dan kemarahan orang lain.
Meskipun yang kita lakukan tidak salah, belum tentu itu dianggap benar dan atau diterima dengan baik oleh orang lain.
Pembantu yang membeli baju sama dengan majikannya, pegawai yang lebih beinisiatif dan cerdas dibanding atasannya,atau menantu yang membeli mobil sementara dia bersama keluarganya statusnya masih numpang,dll. adalah sedikit dari banyak contoh yang ada terjadi di sekitar kita.
Kita berhak untuk menunjukan kemampuan/keunggulan kita dalam bekerja di depan rekan sejawat. Tetapi tentunya kita harus mengingat keperluan dan kepentingannya dalam sebuah organisasi kerja, dimana kita bekerja bersama dalam satu team work dan terikat pada struktur organisasi kerja yang ada.
Kita juga berhak untuk membelanjakan uang kita sendiri. Apapun yang kita beli itu urusan kita, dan terserah kita . Namun kalau hutang kita masih tersebar di setiap sudut perumahan, tentu saja tindakan itu akan mengundang kemarahan orang yang telah membantu/memberi hutang kepada kita.
Terkadang kita tidak bisa menahan diri untuk bermegah diri, kita tidak dapat mengendalikan diri untuk pamer, kita terlalu sulit untuk tidak menuruti nafsu memiliki semua yang kita ingini, dan kita memaksa diri untuk menunjukan kepada orang lain siapa diri kita. Meskipun kita tahu seringkali keinginan itu diluar kemampuan dan kondisi kita.
Saatnya untuk kita mengasah nurani supaya dengan jernih bisa berempati kepada orang-orang disekitar kita.
Selengkapnya...
Kamis, April 02, 2009
JANGAN KECIL HATI

Untuk teman dan tim saya yang hebat, Ibu Siti dan Pak Ramli. Jangan kecil hati, kalo makanan yang diantar ke meja kita lain dengan yang kita pesan sebelumnya. Apalagi kalo yang ngantar atau pramusajinya adalah atasan kita. Bos kita. Alangkah baiknya kita makan saja, kita telan saja, tidak usah membantah.
Mas Butet dalam sebuah tulisannya - pertaruhan bawahan - mengatakan, meskipun punya pikiran "mletik" (pinter),seorang bawahan "yang baik dan benar" harus tetap bisa menyembunyikan kecerdasannya. Juga daya kritisnya. Syukurlah kalau bisa berpura-pura bego atau miskin inisiatif. Pasti aman. Tidak menganggu stabilitas kedudukan atasannya. Dengan menjaga performance yang "tidak lebih pinter" dari pemilik jabatan diatasnya, seorang bawahan akan terbebas dari tudingan : sok tahu, cari muka, sok pinter, menggurui,ambisius, dan sebangsanya.
Kita boleh pinter tetapi jangan menggurui, kita boleh lebih cepat tetapi jangan mendahului, kita boleh didepan tetapi jangan menghalangi.
Atasan harus kita tempatkan di atas, ditempat yang tinggi, yang semua orang bisa tahu dan melihatnya. Tidak pantas kita meremehkan,mengabaikan,dan menganggapnya tidak ada. Sudah layak dan sewajarnya bahwa atasan mesti kita junjung tinggi, seperti menjunjung kain saat hujan menggenangi jalanan.
Agaknya, inilah sisa-sisa feodalisme yang masih terawat dengan baik. Kepemimpinan yang feodal adalah yang diatas harus selalu benar, dan bawahan adalah keranjang sampah.
Kita tidak usah kecil hati dengan perlakuan atau cara atasan memperlakukan kita. Karena rupanya mereka mengira sudah cukup menghargai kita dengan gaji yang kita terima setiap bulan. Apapun hasil dari kerja kita tergantung dari mood mereka saat menilainya.
Mereka menilai kita bukan dari keberhasilan kita memecahkan dan mengatasi persoalan secara tepat, cepat, dan cerdas. Tetapi dari bagaimana kita mengambil hati mereka, menyenangkan mereka, dan membutakan mereka.
Jadi berbahagialah bagi bawahan yang lidahnya lecet karena terlalu rajin menjilat atasan, dan mempraktekan semboyan " asal bos senang ". Karena merekalah yang memenangkan hati atasan, meski harus dengan menjilat keatas, menyikut kesamping, dan menginjak kebawah.
Masih ada yang menghibur hati kita, ucapan terima kasih dan senyum ramah penumpang yang puas dengan pelayanan kita. Bukankah begitu Ibu Siti ?
Selengkapnya...
Rabu, April 01, 2009
LIBUR PEMILU

Wow.....saat Pemilu minggu depan libur semua. Kalo hari Jumat 10 April sudah tgl merah, berarti 4 hari liburnya. Maksud pemerintah apa ini ? Pesta demokrasi ?
Mungkin pemerintah berharap banyak masyarakat yang akan datang ke TPS-TPS untuk menggunakan hak pilihnya, sehingga akan mengurangi prosentase golput alias mangkir dari perhelatan demokrasi itu dengan berbagai alasan.
Barangkali juga pemerintah mendapat bisikan dari intelejen atau aparat keamanan, kalau kelancaran dan keamanan Pemilu akan lebih mudah dikendalikan jika semua kegiatan dan aktivitas sekolah dan perkantoran diliburkan.
Tetapi kita lihat kenyataannya nanti, saya koq menduga lain. Karena liburnya empat hari, bisa jadi kesempatan itu dimanfaatkan untuk libur bersama keluarga, mungkin keluar kota, atau bahkan pulang kampung alias mudik.
Waduh......kalo itu yang bakal terjadi bukan ngurangi golput, tapi sebaliknya malah menjadi-jadi jumlahnya.
Semoga dugaan saya keliru, semoga...............
Selengkapnya...
MELIHAT BATAM MELALUI BLOG

Mulai awal bulan ini Batam Blogger Community bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batam dalam rangka mewujudkan visit Batam 2010, serta program Batam Digital Island mengadakan kompetisi menulis blog. Kompetisi diadakan mulai tanggal 1 - 25 April 2009, dan terbuka untuk umum warga Batam. Jika anda berminat dengan kompetisi ini silahkan klik lombablog batambloger untuk memperoleh informasi lebih jelas.
Banyak orang tahu tentang kota Batam, tetapi sebagian dari mereka tidak mengenal Batam secara lebih dekat. Karena kurangnya informasi itu kota Batam tidak diperhitungkan dibanding kota-kota lain di Indonesia sebagai kota tujuan wisata.
Padahal banyak keunikan kota Batam yang bisa ditonjolkan untuk menarik minat orang berkunjung ke Batam.
Kalau anda warga Batam, dan punya pengalaman menarik tentang Batam yang bisa dibagikan kepada orang banyak, silahkan anda tuliskan dalam blog anda.
Selengkapnya...










